Rabu, 04 Januari 2012


BAB III
TAKSONOMI DAN TUJUAN OPERASIONAL PEMBELAJARAN
Taksonoomi (klasifikasi) tujuan pendidikan telah dikembangkan sejak tahun 1960-an. Pendekatan pengembangan bersifat psikologis. Benjamin S Bloom lebih mengembangkan aspek kognitif, david R Krathwohl mengembangkan aspek adektif yang berhubungan dengan nilai yang terkait dengan rasa dan sikap seseorang. Aspke psiko-motorik dikembangkan oleh Simpson, Edward Norman dan Gronlund. Taksonomi tersebut sekarang digunakan oleh para guru hampur diseluruh dunia dalam menempatkan tujuan pembelajaran.
a.      Taksonomi intelektual Bloom
Taksonomi ini mempunyai 6 jenjang, yaitu 1. pengetahuan (Knowledge), 2. Pemahaman (transisi-interpretasi-ekstrapolasi), 3. Penerapan, 4. Analisis, 5. Sintensis, 6. Evaluasi. Keenam jenjang aspek intelektual bloom bersifat kontimun dan overlap (tumpang-tindih) dan aspek yang lebih tinggi mencakup semua aspek di bawahnya.
b.      Taksonomi afektif Krathwohl
Aspek afektif David R Krathwohl mencakup 5 jenjang, yaitu 1. Menerima, 2. Menjawab, 3. Menilai, 4. Organisasi, dan 5. Karakteristik kompleks nilai
c.       Taksonomi Psikomotorik
Pada dasarnya aspek keterampilan motorik juga memiliki 6 jenjang, namun keenam jenjang tersebut disederhanakan menjadi tigas, yaitu 1. Keterampilan gerak, 2. Keterampilan manipulasi bahan,3. Koordinasi gerak
Tujuan Intruksional Khusus (Indikator)
Dengan tersedianya kata kerja operasional (KKO) dapat dirumuskan indikator yang lebih operasional. KKO adalah kata kerja yang menunjukan atau menjadi indikator kerja dan hasil kerja yang akan dicapai.
Penulisan Indikator/ TIK yang operasional memerlukan kriteria:
1.      Jenis tingkah laku (perilaku)
Jenis tingkah laku siswa yang akan diukur hasil pembelajarannya harus dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional seperti menyebutkan, menunjukan, dll.
2.      Situasi dimana tingkah laku itu terjadi (kondisi)
Jenis tingkah laku yang diharapkan itu dapat terjadi dalam berbagai situasi seperti dalam kegiatan di laboratorium, bengkel, dll.
3.      Tingkat prestas
Tingkatan pretasi manakah yang diharapkan dicapai siswa
4.      Subyek
Subyek belajar tersebut dapat berupa siswa dari satu kelompok kelas atau satu jurusan tertentu.
5.      Relevansi
Penentuan relevansi dalam indikator dapat dinyatakan secara implisit bila dalam perumusan indikator mengandung keempat kriteria pertama, atau bersifat eksplisit bila mengandung kelima kriteria sekaligus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar